Seminar Nasional Biodiv Agustus 2025

Konservasi biodiversitas di Ruang Terbuka Hijau: Upaya mewujudkan kota yang berkelanjutan

9 Agustus 2025

Sentralisasi pembangunan di kawasan perkotaan menciptakan ketimpangan terhadap aspek sosial, ekonomi, hingga ekologi. Kota masih memiliki daya tarik sebagai perangkat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, mengakses pendidikan hingga membentuk aktualisasi diri. Data dari World Bank menunjukkan bahwa hingga tahun 2045 sekitar 70% masyarakat Indonesia akan tinggal di perkotaan. Hal ini tentunya akan membawa dinamika yang pesat terhadap seluruh aspek pembangunan.  Fenomena urban heat island merupakan salah satu dampak yang saat ini terlihat dan penting untuk kita mitigasi ke depannya. Peningkatan suhu udara kawasan perkotaan dan lebih tinggi dibandingkan Kawasan penyangganya. Aktivitas antropogenik menjadi salah satu penyebab terjadinya urban heat island seperti aktivitas berkendara, perubahan tutupan lahan, serta konsumsi energi. Peningkatan suhu ini secara luas berdampak terhadap pergeseran musim dan kondisi musim yang anomali. Kondisi kemarau basah di bulan Mei 2025 diprediksi oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) akan berlangsung hingga Agustus 2025. Kondisi kemarau yang diikuti curah hujan yang masih tinggi ini mendorong peningkatan populasi hama serta penyakit pada tumbuhan-tumbuhan pangan.

Dampak yang signifikan dari perubahan iklim tersebut dapat dimitigasi melalui optimalisasi jasa ekosistem yang hadir di tengah aktivitas manusia. Kehadiran vegetasi perkotaan memiliki dampak positif untuk menurunkan urban heat island melalui fungsi peneduhan, pengurangan radiasi matahari langsung, serta proses evapotranspirasi. Menurut UU No 26 Tahun 2007 Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Kehadiran RTH memiliki jasa ekosistem terhadap peningkatan kualitas udara, mendukung aktivitas polinasi, serta penyedia habitat dan makanan untuk serangga, burung, dan makhuk hidup lain dalam kesatuan biodiversitas.

Sesuai SDGS (Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) Tujuan 11 yang berfokus pada kota dan pemukiman yang berkelanjutan maka konssep berkelanjutan menjadi penting untuk diimplementasikan pada sektor-sektor pembangunan dengan memperhatikan aspek ekologi. Intergrasi antara Pembangunan dengan keberkelanjutan ini memiliki harapan agar tidak mewariskan beban ekologi terhadap generasi mendatang. Konservasi biodiversitas Kawasan perkotaan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan ruang-ruang terbuka hijau untuk meningkatkan kualitas hidup serta menjaga plasma nutfah untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan menyediakan sumber daya yang beragam untuk masa depan.

Online Via Zoom
Hari/Tanggal: Sabtu, 9 Agustus 2025
Waktu: 08.00-12.00 WIB

PEMAKALAH UTAMA (KEYNOTE SPEAKER)

  1. Prof. Ramadanil Pitopang (Departemen Biologi, Universitas Tadulako)*
  2. Prof. Gono Semiadi (Pusat Riset Biosistematik dan Evolusi, Badan Riset dan Inovasi Nasional)*

*) Dalam konfirmasi

Keterangan: 

Panitia dapat memilih 1-2 naskah dari peserta yang paling sesuai dengan tema seminar nasional ini dan dengan latar belakang peneliti yang mencukupi untuk dipresentasian dalam plenary session bersama dengan para pemakalah utama. Setelah pelaksanaan seminar nasional, naskah presentasi dan biodata singkat peneliti akan diunggah pada laman ini sebagai pemakalah utama (keynote speaker).

TANGGAL PENTING

  1. Pendaftaran peserta non-pemakalah: 5 Agustus 2025
  2. Pendaftaran pemakalah dan batas akhir pengiriman abstrak: 31 Juli 2025
  3. Pengumuman abstrak yang lolos untuk dipresentasikan: 1 Agustus 2025
  4. Pembayaran awal (early bird): 2 Agustus 2025
  5. Pembayaran regular: 3-5 Agustus 2025
  6. Penerimaan naskah lengkap dan PPT presentasi: 5 Agustus 2025
  7. Pemberitahuan jadwal kegiatan: 7 Agustus 2025
  8. Pelaksanaan Seminar Nasional Biodiversitas: 9 Agustus 2025
  9. Batas akhir revisi terakhir naskah lengkap: s.d 9 November 2025
  10. Registrasi abstrak dan batas akhir pengiriman naskah lengkap untuk mahasiswa S1 yang mendaftar untuk presentasi secara bebas biaya (free of charge): 30 Juli 2025
  11. Pemberitahuan naskah lengkap pada poin j yang lolos untuk dipresentasikan secara gratis: 1 Agustus 2025

PEMBAYARAN

Pembayaran dilakukan melalui transfer ke BNI (Swift code: BNINIDJA), No. Rekening: 0356986994, atas nama: Dewi Nur Pratiwi. Bukti pembayaran mohon dikirim ke [email protected] Ketentuan pembayaran sebagai berikut:

Kategori Detail Early-bird s/d 2 Agustus 2025 (23.59) Regular 3-5 Agustus 2025 (23.59 WIB)
Presenter Mahasiswa S1/ Anggota MBI IDR 50,000*) IDR 100,000
  Mahasiswa S2/S3 IDR 100,000 IDR 200,000
  Dosen/Peneliti/Umum IDR 200,000 IDR 300,000
  Naskah Tambahan IDR 100,000 IDR 100,000
Partisipan FREE

Catatan:

*) Kegiatan seminar ini gratis (free of charge) untuk mahasiswa S1 yang naskahnya siap untuk direview dan telah mengirimkan naskah lengkap sebelum tanggal 30 Juli 2025 dan naskahnya siap untuk direview; Penerbitan naskah tetap dikenakan biaya:

  1. Naskah yang diterbitkan pada jurnal Biodiversitas (Scopus Q2, DOAJ); Asian Journal of Agriculture (Scopus Q4, Crossreff); Asian Journal of Forestry (Scopus Q3, Crossreff); Asian Journal of Ethnobiology (Scopus Q2, Crossreff); International of Journal of Tropical Drylands (Scopus Q4, Crossreff) atau Nusantara Bioscience (ESCI, DOAJ) mendapatkan rabat sebesar 500.000,-. Rabat ini tidak berlaku untuk naskah lengkap yang baru dikirimkan setelah 9 November 2025 (tiga bulan pasca seminar) dan/atau disetujui untuk diterbitkan setelah 9 Februari 2026 (enam bulan pasca seminar).
  2. Penulis bertanggungjawab untuk menerjemahkan naskahnya ke Bahasa Inggris (U.S.) dengan mengundang professional translator atau native speaker.
  3. Naskah yang diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (PSNMBI) (DOAJ, Microsoft Academic Search, Google Scholar) dikenakan biaya 250.000,-.
  4. Penerbitan naskah pada jurnal-jurnal MBI selain Biodiversitas (Scopus Q2, DOAJ); Asian Journal of Agriculture (Scopus Q4, Crossreff); Asian Journal of Forestry (Scopus Q3, Crossreff); Asian Journal of Ethnobiology (Scopus Q2, Crossreff); International of Journal of Tropical Drylands (Scopus Q4, Crossreff) atau Nusantara Bioscience (ESCI, DOAJ) adalah GRATIS. Daftar jurnal dapat diperiksa di sini smujo.id
  5. Penerbitan naskah dilakukan secara online. Edisi cetak tidak tersedia (pemakalah dapat mencetak sendiri secara print of demand; buku naskah lengkap berformat pdf disediakan sebulan setelah tanggal terbit).

——— *) Registrasi on the spot (dengan pemberitahuan) akan dikenakan tambahan biaya Rp. 100.000,

 ———**). Pembatalan dalam kurun waktu 10 hari menjelang pelaksanaan tidak berakibat refund. 

PENGIRIMAN ABSTRAK & REGISTRASI ONLINE

Pendaftaran peserta dan pengiriman abstrak dilakukan secara online dengan mengisi form pada tautan berikut:

https://forms.gle/oexZV5Hc479WcAH56

 

KETENTUAN ABSTRAK:

Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia. Panjang badan abstrak 200-300 kata. Abstrak terdiri dari judul (maks. 20 kata), nama lengkap semua penulis, alamat surat institusi semua penulis (khusus penulis untuk korespondensi dilengkapi dengan nomor telepon/faksimili dan email), badan abstrak (pernyataan, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan), dan kata kunci (maks. 5 kata).

PENGIRIMAN NASKAH LENGKAP

Pengiriman naskah lengkap dilakukan melalui online system, berikut:

  1. Biodiversitas disini: https://smujo.id/biodiv/about/submissions
  2. Nusantara Bioscience disini: https://smujo.id/nb/about/submissions
  3. Asian Journal of Agriculture disini: https://smujo.id/aja
  4. Asian Journal of Forestry disini: https://smujo.id/ajf
  5. International Journal of Tropical Drylands disini: http://smujo.id/td
  6. Asian Journal of Ethnobiology disini: http://smujo.id/aje
  7. Prosiding (PSNMBI) disini: https://smujo.id/psnmbi/about/submissions
  8. Lainnya, mohon pilih disini: https://smujo.id/

Pemakalah yang tidak bermaksud mempublikasikan naskahnya pada jurnal Biodiversitas, Asian Journal of Agriculture, Asian Journal of Forestry, Nusantara Bioscience, International Journal of Tropical Drylands,  Asian Journal of Ethnobiology atau Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (ISSN: 2407-8050), maka TIDAK perlu mengirimkan naskah lengkap, cukup menyerahkan naskah presentasi dalam bentuk power point pada saat pelaksanaan seminar, untuk dokumentasi panitia dan peserta yang memintanya. Naskah lengkap yang belum dipublikasikan adalah sepenuhnya rahasia milik penulis, sehingga tidak perlu dikirimkan kepada panitia/editor.

Ketentuan Naskah: Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Inggris, pada template yang telah disediakan. Pada naskah lengkap, abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Panjang naskah 2000-2500 kata (dari pendahuluan hingga kesimpulan) untuk Short Communication dan sekitar 4000 kata untuk original research paper. Naskah hasil penelitian mengikuti pembagian judul, abstrak, pendahuluan, bahan dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka. Sebanyak 80% pustaka dari jurnal ilmiah yang terbit dalam 10 tahun terakhir (pustaka taksonomi dikecualikan).

PRESENTASI

Naskah dipresentasikan secara oral.

  1. Presentasi akan dalam bahasa Indonesia.
  2. Presentasi oral dilakukan dalam bentuk “PDF” selama 5-7 menit.
  3. Setiap presenter dialokasikan waktu max. 10 menit untuk presentasi dan menjawab pertanyaan.
  4. Kirimkan file PDF melalui alamat email [email protected] dengan subject [NAMA_JUDUL NASKAH]. Maksimal pada 5 Agustus 2025

PENYELENGGARA

1. Institusi

  • Masyarakat Biodiversitas Indonesia (MBI),
  • Universitas Sebelas Maret (Program Studi Ilmu Lingkungan dan Program Studi S3 Biologi),
  • Universitas Indonesia (Program Studi Pascasarjana Biologi), dan
  • Universitas Padjajaran (Program Studi Pascasarjana Biologi)

2. Mitra penerbitan

  • Biodiversitas, Journal of Biological Diversity (Scopus indexed journals),
  • Biodiversitas, Journal of Biological Diversity (Scopus indexed journals, Q2),
  • Asian Journal of Agriculture (Scopus indexed journals, Q4),
  • Asian Journal of Forestry (Scopus indexed journals, Q3),
  • Asian Journal of Ethnobiology (Scopus indexed journals, Q2),
  • International Journal of Tropical Dryland (Scopus indexed journals, Q4),
  • Nusantara Bioscience (ESCI indexed)