Seminar Nasional Biodiv Juni 2026

Bioprospeksi Tumbuhan untuk Pengembangan Senyawa Bioaktif dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

27 Juni 2026

Tantangan pangan global hingga saat ini masih menjadi isu fundamental yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Sejak lama, Thomas Malthus telah mengingatkan bahwa laju pertumbuhan penduduk berpotensi melampaui kemampuan produksi pangan. Meskipun konteks zaman telah berubah, substansi persoalan tersebut tetap relevan, yakni bahwa pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga soal akses, kualitas, keberlanjutan, dan kemampuan sistem pangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat secara adil. Ketahanan pangan tidak cukup dipahami sebatas terpenuhinya jumlah bahan pangan, melainkan juga harus mencakup tersedianya pangan yang aman, bergizi, terjangkau, dan mampu menopang kehidupan yang sehat serta produktif.

Dalam konteks tersebut, tumbuhan memiliki posisi yang sangat strategis, bukan hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai sumber senyawa bioaktif yang potensial untuk dikembangkan. Kekayaan biodiversitas tumbuhan, khususnya di Indonesia, membuka peluang besar bagi bioprospeksi sebagai upaya ilmiah untuk menelusuri, mengidentifikasi, dan memanfaatkan potensi biologis tumbuhan bagi pengembangan produk pangan, kesehatan, dan industri berbasis sumber daya hayati. Melalui bioprospeksi, tumbuhan tidak lagi dipandang semata-mata sebagai komoditas primer, tetapi sebagai sumber inovasi yang dapat menghasilkan nilai tambah melalui pengembangan pangan fungsional, bahan alami, dan berbagai produk turunan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Bioprospeksi tumbuhan juga menjadi penting dalam mendukung diversifikasi pangan. Ketergantungan yang terlalu besar pada jenis tumbuhan pangan tertentu dapat meningkatkan kerentanan pangan dan mempersempit pilihan sumber gizi masyarakat. Sebaliknya, pemanfaatan keragaman tumbuhan pangan lokal seperti talas, sukun, pisang, sagu, umbi-umbian, dan berbagai spesies potensial lainnya dapat memperkuat sistem pangan yang lebih adaptif dan tangguh. Dalam hal ini, pengembangan senyawa bioaktif dari tumbuhan tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas dan nilai fungsional pangan, tetapi juga mendukung upaya membangun ketahanan pangan berkelanjutan yang berpijak pada kekayaan hayati lokal.

Namun demikian, pengembangan tersebut harus diletakkan dalam kerangka keberlanjutan. Dalam era hilirisasi, pangan tidak lagi dipahami hanya sebagai hasil budidaya, tetapi juga sebagai produk bernilai tambah yang dapat diolah, dikembangkan, dan dipasarkan secara lebih luas. Hilirisasi berbasis tumbuhan berpotensi meningkatkan kualitas produk, memperpanjang umur simpan, memperluas akses pasar, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi lokal. Akan tetapi, hilirisasi akan kehilangan makna keberlanjutannya apabila tidak dibangun di atas fondasi biodiversitas. Orientasi produksi yang terlalu bertumpu pada komoditas tunggal dan praktik monokultur justru berisiko mempersempit keragaman pangan, meningkatkan kerentanan terhadap hama, penyakit, serta perubahan lingkungan, dan pada akhirnya melemahkan ketahanan pangan itu sendiri.

Oleh sebab itu, pengembangan senyawa bioaktif melalui bioprospeksi tumbuhan perlu dilakukan dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, pelestarian biodiversitas, dan pengetahuan lokal masyarakat. Jenis pangan di setiap daerah memiliki keunikan ekologis dan historis yang tidak dapat dipisahkan dari pengalaman panjang masyarakat setempat dalam mengenali, memanfaatkan, dan melestarikan tumbuhan. Keterlibatan masyarakat lokal dan masyarakat adat menjadi sangat penting, baik untuk memperkaya basis data tumbuhan pangan maupun untuk menjaga pengetahuan tradisional agar tidak memudar. Dengan demikian, bioprospeksi tumbuhan dapat menjadi salah satu jalan strategis untuk mengembangkan senyawa bioaktif sekaligus membangun sistem pangan yang inklusif, resilien, bernilai tambah, dan berkelanjutan.


Online Via Zoom
Hari/Tanggal: Sabtu, 27 Juni 2026
Waktu: 08.00-12.00 WIB

PEMAKALAH UTAMA (KEYNOTE SPEAKER)

  1. Prof. Dr Ir Novri Nelly, M.P. (Fakultas Pertanian, Universitas Andalas)
  2. Dr. rer. nat. Andri Frediansyah, S.Si., M.Sc (Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan – Badan Riset dan Inovasi Nasional)

 

Keterangan: 

Panitia dapat memilih 1-2 naskah dari peserta yang paling sesuai dengan tema seminar nasional ini dan dengan latar belakang peneliti yang mencukupi untuk dipresentasian dalam plenary session bersama dengan para pemakalah utama. Setelah pelaksanaan seminar nasional, naskah presentasi dan biodata singkat peneliti akan diunggah pada laman ini sebagai pemakalah utama (keynote speaker).

TANGGAL PENTING

  1. Pendaftaran pemakalah dan batas akhir pengiriman abstrak: 18 Juni 2026
  2. Pendaftaran peserta non-pemakalah: 22 Juni 2026
  3. Pengumuman abstrak yang lolos untuk dipresentasikan: 19 Juni 2026
  4. Pembayaran awal (early bird): 21 Juni 2026
  5. Pembayaran regular: 22-24 Juni 2026
  6. Penerimaan naskah lengkap dan PPT presentasi: 22 Juni 2026
  7. Pemberitahuan jadwal kegiatan: 25 Juni 2026
  8. Pelaksanaan Seminar Nasional Biodiversitas: 27 Juni 2026
  9. Batas akhir revisi terakhir naskah lengkap: s.d 29 September 2026
  10. Registrasi abstrak dan batas akhir pengiriman naskah lengkap untuk mahasiswa S1 yang mendaftar untuk presentasi secara bebas biaya (free of charge): 15 Juni 2026
  11. Pemberitahuan naskah lengkap pada poin 10 yang lolos untuk dipresentasikan secara gratis: 18 Juni 2026

PEMBAYARAN

Pembayaran dilakukan melalui transfer ke Bank Syariah Indonesia (BSI) (Swift code: BSMDIDJA), No. Rekening: 9191919987, atas nama: CV SMUJO INTERNATIONAL. Bukti pembayaran mohon dikirim ke [email protected] Ketentuan pembayaran sebagai berikut:

Kategori Detail Early-bird s/d 21 Juni 2026 (23.59) Regular 22-24 Juni 2026 (23.59 WIB)
Presenter Mahasiswa S1/ Anggota MBI IDR 50,000*) IDR 100,000
  Mahasiswa S2/S3 IDR 100,000 IDR 200,000
  Dosen/Peneliti/Umum IDR 200,000 IDR 300,000
  Naskah Tambahan IDR 100,000 IDR 100,000
Partisipan FREE

Catatan:

*) Kegiatan seminar ini gratis (free of charge) untuk mahasiswa S1 yang mengirimkan naskah lengkap maksimal 15 Juni 2026 dan naskahnya siap untuk direview; penerbitan naskah dikenakan biaya

  1. Naskah yang diterbitkan pada jurnal Biodiversitas (Scopus, DOAJ); Asian Journal of Agriculture (Scopus, Crossreff); Asian Journal of Forestry (Scopus, Crossreff); atau Nusantara Bioscience (ESCI, DOAJ) mendapatkan rabat sebesar 500.000,-. Rabat ini tidak berlaku untuk naskah lengkap yang baru dikirimkan setelah 27 September 2026 (tiga bulan pasca seminar) dan/atau disetujui untuk diterbitkan setelah 27 Desember 2026 (enam bulan pasca seminar).
  2. Penulis bertanggungjawab untuk menerjemahkan naskahnya ke Bahasa Inggris (U.S.) dengan mengundang professional translator atau native speaker.
  3. Naskah yang diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (PSNMBI) (Microsoft Academic Search, Google Scholar) dikenakan biaya 250.000,-.
  4. Penerbitan naskah pada jurnal-jurnal MBI selain Biodiversitas, Asian Journal of Ethnobiology, Asian Journal of Agriculture, Asian Journal of Forestry, Asian Journal of Natural Product Biochemistry, International Journal of Tropical Drylands dan Nusantara Bioscience, adalah GRATIS. Daftar jurnal dapat diperiksa di smujo.id
  5. Kegiatan seminar ini didukung melalui kerja sama dengan Asian Journal of Natural Product Biochemistry (https://smujo.id/jnpb, scopus indexed Q4), dengan kesempatan memperoleh potongan biaya publikasi sejumlah Rp. 1.000.000,- bagi naskah yang berhasil lolos dan diterbitkan.
  6. Penerbitan naskah dilakukan secara online. Edisi cetak tidak tersedia (pemakalah dapat mencetak sendiri secara print of demand; buku naskah lengkap berformat pdf disediakan sebulan setelah tanggal terbit).

——— *) Registrasi on the spot (dengan pemberitahuan) akan dikenakan tambahan biaya Rp. 100.000,
——— **) Pembatalan dalam kurun waktu 10 hari menjelang pelaksanaan tidak berakibat refund.

PENGIRIMAN ABSTRAK & REGISTRASI ONLINE

Pendaftaran peserta dan pengiriman abstrak dilakukan secara online dengan mengisi form pada tautan berikut:

https://forms.gle/Egadtwvm15q6VrLCA

Ketentuan Abstrak: Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia. Panjang badan abstrak 200-300 kata. Abstrak terdiri dari judul (maks. 20 kata), nama lengkap semua penulis, alamat surat institusi semua penulis (khusus penulis untuk korespondensi dilengkapi dengan nomor telepon/faksimili dan email), badan abstrak (pernyataan, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan), dan kata kunci (maks. 5 kata).

PENGIRIMAN NASKAH LENGKAP

Pengiriman naskah lengkap dilakukan melalui online system, berikut:

  1. Biodiversitas disini: https://smujo.id/biodiv/about/submissions
  2. Asian Journal of Ethnobiology disini: http://smujo.id/aje
  3. Asian Journal of Agriculture disini: https://smujo.id/aja
  4. Asian Journal of Forestry disini: https://smujo.id/ajf
  5. Asian Journal of Natural Product Biochemistry disini: https://smujo.id/jnpb
  6. International Journal of Tropical Drylands disini: http://smujo.id/td
  7. Nusantara Bioscience disini: https://smujo.id/nb/about/submissions
  8. Prosiding (PSNMBI) disini: https://smujo.id/psnmbi/about/submissions
  9. Lainnya, mohon pilih disini: https://smujo.id/

Pemakalah yang tidak bermaksud mempublikasikan naskahnya pada jurnal Biodiversitas, Asian Journal of Ethnobiology, Asian Journal of Agriculture, Asian Journal of Forestry, Asian Journal of Natural Product Biochemistry, International Journal of Tropical Drylands, Nusantara Bioscience atau Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (ISSN: 2407-8050), maka TIDAK perlu mengirimkan naskah lengkap, cukup menyerahkan naskah presentasi dalam bentuk power point pada saat pelaksanaan seminar, untuk dokumentasi panitia dan peserta yang memintanya. Naskah lengkap yang belum dipublikasikan adalah sepenuhnya rahasia milik penulis, sehingga tidak perlu dikirimkan kepada panitia/editor.

Ketentuan Naskah: Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Inggris, pada template yang telah disediakan. Pada naskah lengkap, abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Panjang naskah 2000-2500 kata (dari pendahuluan hingga kesimpulan) untuk Short Communication dan sekitar 4000 kata untuk original research paper. Naskah hasil penelitian mengikuti pembagian judul, abstrak, pendahuluan, bahan dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka. Sebanyak 80% pustaka dari jurnal ilmiah yang terbit dalam 10 tahun terakhir (pustaka taksonomi dikecualikan).

PRESENTASI

Naskah dipresentasikan secara oral via zoom

  1. Presentasi akan dalam bahasa Indonesia.
  2. Presentasi oral dilakukan dalam bentuk “PDF” selama 5-7 menit.
  3. Setiap presenter dialokasikan waktu max. 10 menit untuk presentasi dan menjawab pertanyaan.
  4. Kirimkan file PDF melalui alamat email [email protected] dengan subject [NAMA_JUDUL NASKAH]. Maksimal pada 22 Juni 2026

PENYELENGGARA

1. Institusi

  • Masyarakat Biodiversitas Indonesia (MBI),
  • Universitas Sebelas Maret (Program Studi Ilmu Lingkungan dan Program Studi S3 Biologi),
  • Universitas Indonesia (Program Studi Pascasarjana Biologi), dan
  • Universitas Padjajaran (Program Studi Pascasarjana Biologi)
  • Universitas Tidar

2. Mitra penerbitan

  • Asian Journal of Natural Product Biochemistry (Scopus indexed journals, Q4)
  • Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia