Genome Editing dalam Pengembangan Riset Etnofarmakologi Berbasis Biodiversitas Lokal

3 Oktober 2026

Biodiversitas lokal menyimpan potensi besar bagi pengembangan riset etnofarmakologi. Berbagai tumbuhan obat, mikroorganisme, fungi, hingga sumber daya hayati lain telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat dalam praktik pengobatan tradisional. Pengetahuan tersebut bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi titik awal dalam pencarian senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan obat. Namun, agar pemanfaatannya tidak hanya berhenti pada pengalaman empiris, diperlukan pendekatan ilmiah yang mampu menjelaskan kandungan, mekanisme kerja, serta potensi pengembangannya secara lebih terukur. Dalam konteks inilah genome editing menjadi salah satu teknologi yang relevan untuk dibahas.

Genome editing merupakan teknologi yang memungkinkan perubahan materi genetik dilakukan secara lebih terarah pada bagian tertentu dari genom. Salah satu teknologi yang banyak dikenal adalah CRISPR/Cas9, yang sering digambarkan sebagai gunting molekuler karena mampu memotong DNA pada lokasi spesifik. Berbeda dengan mutasi konvensional yang cenderung acak, genome editing bekerja lebih presisi karena diarahkan pada gen tertentu yang berkaitan dengan sifat yang ingin dipelajari atau dikembangkan. Dalam kajian mengenai tanaman hasil genome editing, teknologi ini dijelaskan sebagai teknik pemuliaan presisi yang dapat memperbaiki sifat tanaman melalui pengeditan gen target secara spesifik. Pada beberapa pendekatan, produk akhirnya bahkan dapat dirancang agar tidak mengandung DNA asing, meskipun hal ini tetap bergantung pada tipe dan proses editing yang digunakan.

Dalam riset etnofarmakologi, genome editing memiliki peluang besar untuk memperkuat pembuktian ilmiah terhadap bahan alam lokal. Banyak tanaman obat menghasilkan senyawa metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, fenolik, saponin, dan minyak atsiri. Senyawa-senyawa tersebut sering menjadi dasar aktivitas farmakologis suatu bahan alam, misalnya sebagai antimikroba, antiinflamasi, antidiabetes, atau antikanker. Akan tetapi, kandungannya dapat berbeda-beda karena dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, umur tanaman, musim, serta cara budidaya. Melalui genome editing, gen-gen yang terlibat dalam pembentukan senyawa aktif tersebut dapat dipelajari lebih lanjut, sehingga riset tidak hanya mengetahui bahwa suatu tanaman berkhasiat, tetapi juga memahami dasar biologis dari khasiat tersebut.

Selain itu, genome editing dapat membantu menjelaskan mekanisme kerja senyawa alam secara molekuler. Dalam penelitian obat berbasis bahan alam, pembuktian efek farmakologis saja belum cukup. Peneliti juga perlu memahami bagaimana suatu senyawa bekerja di dalam tubuh atau di tingkat sel. Dengan bantuan model sel atau organisme yang gennya telah dimodifikasi, senyawa dari biodiversitas lokal dapat diuji pengaruhnya terhadap jalur inflamasi, metabolisme glukosa, stres oksidatif, pertumbuhan sel kanker, atau respons imun. Pendekatan ini membuat riset etnofarmakologi menjadi lebih kuat karena pengetahuan tradisional dapat dikaitkan dengan bukti molekuler yang lebih jelas.

Teknologi ini juga membuka peluang bagi pengembangan produksi senyawa obat yang lebih berkelanjutan. Beberapa senyawa bioaktif pada tanaman obat diproduksi dalam jumlah kecil, sehingga pemanenan langsung dari alam berisiko menekan populasi spesies tertentu. Melalui pendekatan genome editing, produksi senyawa tersebut berpotensi dikembangkan melalui kultur sel, kultur jaringan, akar rambut, atau mikroorganisme sebagai sistem produksi yang lebih terkontrol. Dengan demikian, pemanfaatan biodiversitas tidak harus selalu bergantung pada eksploitasi langsung dari alam, tetapi dapat diarahkan pada sistem yang lebih efisien dan mendukung konservasi.

Meski demikian, penerapan genome editing dalam riset etnofarmakologi tetap perlu dilakukan secara hati-hati. Teknologi ini menuntut pengawasan etik, keamanan hayati, serta regulasi yang jelas. Risiko perubahan genetik di luar target, dampak terhadap lingkungan, dan kemungkinan penyalahgunaan sumber daya genetik harus menjadi perhatian. Selain itu, pengetahuan tradisional yang menjadi dasar pemilihan spesies tidak boleh diabaikan. Masyarakat lokal sebagai pemilik pengetahuan perlu memperoleh pengakuan dan pembagian manfaat yang adil agar riset tidak berubah menjadi bentuk eksploitasi atau biopiracy.

Dengan demikian, genome editing dapat dipahami sebagai jembatan antara pengetahuan tradisional dan bioteknologi modern. Teknologi ini berpotensi memperkuat validasi ilmiah, mendukung peningkatan produksi senyawa bioaktif, menjelaskan mekanisme kerja obat alami, serta mendorong pemanfaatan biodiversitas lokal secara lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, seminar dengan judul “Genome Editing dalam Pengembangan Riset Etnofarmakologi Berbasis Biodiversitas Lokal” menjadi penting sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan tentang kemajuan bioteknologi, kekayaan hayati, dan kearifan lokal. Seminar ini diharapkan dapat mendorong pemikiran kritis, kolaborasi lintas bidang, serta kesadaran etik dalam mengembangkan riset etnofarmakologi yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada konservasi dan keberlanjutan biodiversitas lokal.


Online Via Zoom
Hari/Tanggal: Sabtu, 3 Oktober 2026
Waktu: 08.00-12.00 WIB

PEMAKALAH UTAMA (KEYNOTE SPEAKER)

  1. Enny Sudarmonowati (Pusat Riset Rekayasa Genetika, Badan Riset dan Inovasi Nasional)*
  2. Nono Carsono, SP., M.Sc.,Ph.D. (Fakultas Pertanian, Universitas Padjajaran)*

 

Keterangan: 

Panitia dapat memilih 1-2 naskah dari peserta yang paling sesuai dengan tema seminar nasional ini dan dengan latar belakang peneliti yang mencukupi untuk dipresentasian dalam plenary session bersama dengan para pemakalah utama. Setelah pelaksanaan seminar nasional, naskah presentasi dan biodata singkat peneliti akan diunggah pada laman ini sebagai pemakalah utama (keynote speaker).

* masih dalam konfirmasi

TANGGAL PENTING

  1. Pendaftaran pemakalah dan batas akhir pengiriman abstrak: 26 September 2026
  2. Pendaftaran peserta non-pemakalah: 29 September 2026
  3. Pengumuman abstrak yang lolos untuk dipresentasikan: 27 September 2026
  4. Pembayaran awal (early bird): 28 September 2026
  5. Pembayaran regular: 29-30 September
  6. Penerimaan naskah lengkap dan PPT presentasi: 29 September 2026
  7. Pemberitahuan jadwal kegiatan: 1 Oktober 2026
  8. Pelaksanaan Seminar Nasional Biodiversitas: 3 Oktober 2026
  9. Batas akhir revisi terakhir naskah lengkap: s.d 3 Januari 2027
  10. Registrasi abstrak dan batas akhir pengiriman naskah lengkap untuk mahasiswa S1 yang mendaftar untuk presentasi secara bebas biaya (free of charge): 23 September 2026
  11. Pemberitahuan naskah lengkap pada poin j yang lolos untuk dipresentasikan secara gratis: 22 September 2026

PEMBAYARAN

Kategori Detail Early-bird s/d 28 September 2026 (23.59 WIB) (x1000) Regular 29-30 September 2026 (23.59 WIB) (x 1000)
Presenter Mahasiswa S1 IDR 50 IDR 100
Mahasiswa S2/S3/Anggota MBI IDR 100 IDR 200
Dosen/Peneliti/Umum IDR 200 IDR 300
Naskah tambahan (per naskah) IDR 100 IDR 100
Participant FREE

 

Catatan: *) Kegiatan seminar ini gratis (free of charge) untuk mahasiswa S1 yang mengirimkan naskah lengkap maksimal 23 September 2026 dan naskahnya siap untuk direview; penerbitan naskah dikenakan biaya

  1. Naskah yang diterbitkan pada jurnal Biodiversitas (Scopus, DOAJ); Asian Journal of Agriculture (Scopus, Crossreff); Asian Journal of Forestry (Scopus, Crossreff); atau Nusantara Bioscience (ESCI, DOAJ) mendapatkan rabat sebesar 500.000,-. Rabat ini tidak berlaku untuk naskah lengkap yang baru dikirimkan setelah 3 Januari 2027 (tiga bulan pasca seminar) dan/atau disetujui untuk diterbitkan setelah 3 April 2027 (enam bulan pasca seminar).
  2. Penulis bertanggungjawab untuk menerjemahkan naskahnya ke Bahasa Inggris (U.S.) dengan mengundang professional translator atau native speaker.
  3. Naskah yang diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (PSNMBI) (Microsoft Academic Search, Google Scholar) dikenakan biaya 250.000,-.
  4. Penerbitan naskah pada jurnal-jurnal MBI selain Biodiversitas, Asian Journal of Ethnobiology, Asian Journal of Agriculture, Asian Journal of Forestry, Asian Journal of Natural Product Biochemistry, Cell Biology and Development, International Journal of Tropical Drylands dan Nusantara Bioscience, adalah GRATIS. Daftar jurnal dapat diperiksa di smujo.id
  5. Kegiatan seminar ini didukung melalui kerja sama dengan Cell Biology and Development (https://smujo.id/cbd, scopus indexed Q4), dengan kesempatan memperoleh potongan biaya publikasi sejumlah Rp. 1.000.000,- bagi naskah yang berhasil lolos dan diterbitkan.
  6. Penerbitan naskah dilakukan secara online. Edisi cetak tidak tersedia (pemakalah dapat mencetak sendiri secara print of demand; buku naskah lengkap berformat pdf disediakan sebulan setelah tanggal terbit).

——— *) Registrasi on the spot (dengan pemberitahuan) akan dikenakan tambahan biaya Rp. 100.000,-
——— **) Pembatalan dalam kurun waktu 10 hari menjelang pelaksanaan tidak berakibat refund.

PENGIRIMAN ABSTRAK & REGISTRASI ONLINE

Pendaftaran peserta dan pengiriman abstrak dilakukan secara online dengan mengisi form pada tautan berikut:

https://forms.gle/LP6w1TuzoS9vF6W58

Ketentuan Abstrak: Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia. Panjang badan abstrak 200-300 kata. Abstrak terdiri dari judul (maks. 20 kata), nama lengkap semua penulis, alamat surat institusi semua penulis (khusus penulis untuk korespondensi dilengkapi dengan nomor telepon/faksimili dan email), badan abstrak (pernyataan, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan), dan kata kunci (maks. 5 kata).

PENGIRIMAN NASKAH LENGKAP

Pengiriman naskah lengkap dilakukan melalui online system, berikut:

  1. Biodiversitas disini: https://smujo.id/biodiv/about/submissions
  2. Asian Journal of Ethnobiology disini: http://smujo.id/aje
  3. Asian Journal of Agriculture disini: https://smujo.id/aja
  4. Asian Journal of Forestry disini: https://smujo.id/ajf
  5. Asian Journal of Natural Product Biochemistry disini: https://smujo.id/jnpb
  6. International Journal of Tropical Drylands disini: http://smujo.id/td
  7. Cell Biology and Development disini: http://smujo.id/cbd
  8. Nusantara Bioscience disini: https://smujo.id/nb/about/submissions
  9. Prosiding (PSNMBI) disini: https://smujo.id/psnmbi/about/submissions
  10. Lainnya, mohon pilih disini: https://smujo.id/

Pemakalah yang tidak bermaksud mempublikasikan naskahnya pada jurnal Biodiversitas, Asian Journal of Ethnobiology, Asian Journal of Agriculture, Asian Journal of Forestry, Asian Journal of Natural Product Biochemistry, Cell Biology and Development, International Journal of Tropical Drylands, Nusantara Bioscience atau Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (ISSN: 2407-8050), maka TIDAK perlu mengirimkan naskah lengkap, cukup menyerahkan naskah presentasi dalam bentuk power point pada saat pelaksanaan seminar, untuk dokumentasi panitia dan peserta yang memintanya. Naskah lengkap yang belum dipublikasikan adalah sepenuhnya rahasia milik penulis, sehingga tidak perlu dikirimkan kepada panitia/editor.

Ketentuan Naskah: Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Inggris, pada template yang telah disediakan. Pada naskah lengkap, abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Panjang naskah 2000-2500 kata (dari pendahuluan hingga kesimpulan) untuk Short Communication dan sekitar 4000 kata untuk original research paper. Naskah hasil penelitian mengikuti pembagian judul, abstrak, pendahuluan, bahan dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka. Sebanyak 80% pustaka dari jurnal ilmiah yang terbit dalam 10 tahun terakhir (pustaka taksonomi dikecualikan).

PRESENTASI

Naskah dipresentasikan secara oral via zoom

  1. Presentasi akan dalam bahasa Indonesia.
  2. Presentasi oral dilakukan dalam bentuk “PDF” selama 5-7 menit.
  3. Setiap presenter dialokasikan waktu max. 10 menit untuk presentasi dan menjawab pertanyaan.

Kirimkan file PDF melalui alamat email [email protected] dengan subject [NAMA_JUDUL NASKAH]. Maksimal pada 29 September 2026

PENYELENGGARA

  1. Institusi
    • Masyarakat Biodiversitas Indonesia (MBI),
    • Universitas Sebelas Maret (Program Studi Ilmu Lingkungan dan Program Studi S3 Biologi),
    • Universitas Indonesia (Program Studi Pascasarjana Biologi), dan
    • Universitas Padjajaran (Program Studi Pascasarjana Biologi)
  2. Mitra penerbitan
    • Cell Biology and Development (Scopus indexed journals, Q4)
    • Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia